pada jam 2 lewat. saya masuk kelas SDM (sumber daya manusia). sebenarnya waktu masuk kelas adalah jam 1.30 karena dosennya terlambat jadi mata kuliahnya juga terlambat. saya melihat dosen yang begitu kelelahan. beberapa saat dia menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.
dosenku ternyata kelelahan karena berjuang melawan arus macet yang sangat panjang. ditambah dia harus pergi melayat ke rumah temannya sesama dosen. itu alasan kenapa mata kuliah berjalan terlambat. dia pikir perjalanan akan baik-baik saja. dari kampus, naik mobil, sampai di tempat melayat. tetapi faktanya tidak begitu. dari kampus, naik mobil, macet, panas, sampai di tempat melayat.
setelah selesai ceita dia kembali ke tugas yang dia berikan kepada seluruh kelas. setelah beberapa saat semua teman mengeluh tidak bisa mengerjakan tugas yang di berikan karena data yang dia cari tidak ada. bahkan bisa di bilang sangat susah. yaitu mencari UMR (upah minimum regional) setiap kabupaten. tetapi saya sangat bangga ketika dosen saya yang bernama fatmawati mengatakan 'yang kirim tugas hanya ada satu orang'.
hatiku bangga di buatnya. rasanya seperti di puji sama presiden. kalau saya diwawancarai karena hal tersebut saya tidak bisa berkata apa-apa. saking saya bangga akan perkataan yang seolah-olah membuat saya ingin cepat-cepat merasakan surga.
tetapi semua persaan itu hancur ketika ada kata kata yang keluar dari mulut sang dosen. rasanya seperti naga yang menyemburkan apinya yang menghancurkan semua rumah-rumah pemukiman penduduk. dan kebetulan saya ada di dalam salah satu rumah tersebut yang sedang asik keramas. dan saya hancur.
'tetapi masa upah untuk daerah sulbar 5 juta perak' kata sang dosen 'kalau upah orang disana 5 jt, pasti banyak orang yang pergi ke sana'
untungnya sang dosen tidak menghafal nama orang yang mengirim tugas tersebut. saya bersyukur sekali. saya merasa seperti guci yang jatuh tetapi ada yang menahanya dari bawah sehingga tidak hancur. andai saja dosen tahu nama saya. saya tidak tahu harus diapakan guci yang hancur lebur tersebut. dibuang aja
saya hanya bisa tertawa kecil. seolah-olah tidak pernah mengirim tugas yang memalukan tersebut. hehehe...
No comments:
Post a Comment